Warna biru sebagai lambang dukungan terhadap autisme

April 6, 2012 by
Filed under: 2012, Artikel 
The short URL of the present article is: http://wp.me/pWcR7-6v

2 April adalah Hari Peduli Autisme Sedunia dan permulaan dari bulan autisme.

Seluruh belahan dunia menunjukkan dukungan terhadap autisme dengan menyinari gedung-gedung mereka dengan lampu biru. Lihatlah gedung Sydney Opera House di Australia, atau gedung Mercedes Benz Arena di Shanghai, Palacio de Bellas Artes di Mexico City, Empire State Building dan Rockefeller Center di New York. Semuanya seolah-olah berlomba-lomba menunjukkan dukungannya terhadap autism.

Moto tahun ini adalah: Light It Up Blue for Autism. Warna biru menjadi warna autisme.

Bukan saja gedung-gedung yang disinari lampu biru, tapi autisme diperingati dengan berbagai cara: jalan peduli autisme (walk for autism), berbagai lomba untuk anak autis, konser untuk autisme, lomba gambar, dan lain sebagainya.

Mengapa autisme menjadi perhatian dunia? Dari tahun ke tahun jumlah penyandang autisme terus meningkat seolah-olah tak terbendung. Laporan terakhir dari CDC (Center for Disease Control) di Amerika mengatakan bahwa pada tahun 2008, anak umur 8 tahun yang terdiagnosa dengan autisme adalah 1:80. Karena perbandingan antara anak laki-laki dan wanita adalah 1:5, maka 1 diantara 54 anak laki adalah penyandang autisme, sedangkan pada anak wanita perbandingannya adalah 1:252. Namun sejak tahun 2008 sampai sekarang kejadian autisme masih terus meningkat diseluruh dunia.

Apakah penyebabnya? Sampai saat ini tidak bisa dipastikan penyebab yang pasti. Teori sekarang adalah ada suatu kaitan erat antara faktor genetik dan lingkungan. Bukankah kita sekarang hidup dalam dunia yang kotor? Udara kita terpolusi oleh timbal dari knalpot mobil, emisi gas industry, asap2 bakaran. Binatang-binatang laut terpapar limbah industri yang banyak mengandung merkuri, begitu juga ikan di sungai, dimana di hulunya orang mendulang emas secara manual dengan memakai merkuri. Makanan anak-anak penuh dengan zat pewarna, perasa dan pengawet. Semua itu sangat beracun bagi otak yang sedang berkembang.

Beberapa tahun yang lalu diperkirakan bahwa jumlah penyandang autis di seluruh dunia ada 35 juta, dan 7 juta (20%) ada di China. Bukankah China Negara yang paling polutif didunia ?

Maldives, sebuah negara yang sangat kecil, terdiri dari sekelompok pulau-pulau kecil berupa atoll, terletak di bawah Srilanka, di peta hampir tidak terlihat. Jumlah penduduknya hanya sekitar 350.000 orang. Hidup dari perikanan dan pariwisata. Namun di negara kecil tersebut terdapat banyak anak autis.Negara kecil itu negara yang sangat bersih dan indah. Apakah anak-anak keracunan merkuri dari ikan laut yang setiap hari dimakannya ?

Bagaimana di Indonesia? Di Indonesiapun kejadian ini terus meningkat. Sulit untuk mengadakan survei tentang jumlah anak autistik di Indonesia. Keadaan geografis Indonesia yang demikian luas dan terdiri dari 17000 pulau menyulitkan survei yang bisa dipercaya.
(Dr. Melly Budhiman SpKj, ketua YAI)

Comments

One Comment on Warna biru sebagai lambang dukungan terhadap autisme

  1. maria on Mon, 19th Nov 2012 12:11
  2. sebenarnya saat ini jumlah anak uatis di indonesia berapa? krn saat ini terlihat jelas dlm 1 kelas jenjang pendidikan Kelompok bermain atau TK dengan jumlah siswa 25 anak terdapat 1 anak dg spektrum autis. tq

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!